Salah satu platform pencarian kerja yang populer di dunia adalah LinkedIn. Mulai dari pencari kerja hingga rekruter menggunakan aplikasi ini. Apabila Anda ingin mudah dilirik oleh rekruter di LinkedIn, Ada wajib tahu cara optimasi profil LinkedIn.
Pada artikel kali ini, Xperteam Hunter akan membagikan kepada Anda tips untuk meningkatkan profil LinkedIn dari rekruter global, agar Anda dapat menarik rekruter dan mendapat tawaran pekerjaan. Yuk, simak pembahasannya berikut ini!
1. Gunakan Foto Profil Profesional
Beberapa orang menganggap tidak penting terkait foto profil LinkedIn. Padahal, foto merupakan hal yang diliat pertama kali oleh rekruter dan pengguna yang lain dan bisa membantu optimasi profil LinkedIn Anda.
Menurut Forbes, banyak top rekruter yang memperhatikan foto profil LinkedIn kandidat, sebab hal ini berkaitan dengan kepercayaan dan profesionalisme seseorang.
Lantas, bagaimana foto profil yang benar? Pertama, latar belakang tidak menggunakan stok foto atau buatan, Anda bisa menggunakan latar belakang foto yang polos agar tidak membuat orang salah fokus.
Kemudian, Anda tidak perlu memfoto seluruh badan. Cukup foto headshot Anda dengan jelas dan menggunakan baju yang profesional, Anda bisa memiliki foto profil LinkedIn yang baik.
2. Tonjolkan Kemampuan Anda di Headline
Pada bagian bawah foto profil, ada ruang di mana Anda bisa menuliskan tentang diri Anda secara singkat. Hal yang bisa, Anda tuliskan adalah kemampuan atau profesi yang Anda tekuni sekarang. Berikut ini adalah formula yang bisa Anda gunakan:
- Profesi Anda | Pencapaian: B2B Account Manager | Rp 100 Million Generated in A Month.
- Profesi Anda | Lama pengalaman kerja: Digital Marketing Specialist | 7+ years of handling B2B advertisements.
- Profesi Anda | Helping …. (tipe perusahaan) do …. (hasil): Software Developer | Helping startups create applications to help people
- Profesi Anda | specializing in ….: Content Writer specializing in social media and blog content.
Jadi, jangan sampai bagian deskripsi singkat Anda kosong! Karena dari sepenggal kata tersebut dapat mempermudah profil Anda untuk ditemukan oleh rekruter.
Bagaimana bisa? Sebab, LinkedIn menggunakan prinsip SEO (search engine optimization) dalam mesin pencariannya. Kata-kata yang Anda tulis di headline berfungsi sebagai keyword profil Anda.
Contohnya, ketika rekruter menuliskan “Digital Marketing Specialist” di mesin pencari LinkedIn, profil Anda bisa muncul di hasil pencarian LinkedIn apabila pada bagian headline, Anda menambahkan kata kunci tersebut.
3. Rangkum Kelebihan Anda dalam Sebuah Paragraf
Fitur selanjutnya dari LinkedIn yang harus Anda manfaatkan untuk optimasi profil adalah bagian “About”. Pada bagian ini, Anda bisa menuliskan rangkuman pengalaman kerja dan prestasi yang sudah Anda raih. Informasi ini memudahkan rekruter untuk mengenal Anda dan kualifikasi yang Anda miliki.
Bagaimana jika prestasi yang diraih bukan berkaitan dengan pekerjaan? Itu tidak masalah! Anda masih bisa menuliskannya di dalam paragraf perkenalan diri.
Menurut Kimberly Tyler-Smith, VP dari Resume Worded, pengalaman tersebut membuat paragraf perkenalan diri Anda lebih personal dan tidak dibuat-buat.
Selain itu, jangan lupa untuk tambahkan ajakan pada bagian akhir kalimat. Misalnya, Anda menuliskan alamat email jika pembaca tertarik untuk bekerjasama dengan Anda.
4. Manfaatkan Fitur Featured Content
Rekruter tidak punya banyak waktu untuk melihat profil LinkedIn semua kandidat yang melamar. Oleh sebab itu, jika Anda tidak mau rekruter melewatkan karya terbaik Anda, maka manfaatkanlah fitur featured content di LinkedIn.
Dengan fitur ini, Anda bisa memilih konten-konten apa saja yang mau Anda jadikan portfolio, lalu pamerkan di bagian terdepan profil Anda. Jadi, ketika rekruter mengunjungi profil Anda, mereka akan langsung melihat karya terbaik Anda.
5. Jelaskan secara Detail Pengalaman Kerja
Beberapa orang hanya mengisi bagian pengalaman kerja dengan informasi yang minim. Contohnya, mereka hanya menulis nama perusahaan, durasi bekerja, posisi, dan job description singkat.
Padahal, bagian ini sangat penting untuk Anda isi secara lengkap. Karena rekruter ingin memahami apa yang Anda kerjakan di perusahaan saat ini. Oleh sebab itu, kami sarankan untuk Anda menambahkan data atau prestasi pada bagian job description.
Contohnya, “Mengurus iklan di Instagram dan TikTok dan berhasil menaikkan revenue sebesar 50%”.
6. Jangan Lewatkan Bagian Riwayat Pendidikan!
Pada bagian riwayat pendidikan, Anda bisa menambahkan kampus, durasi belajar, IPK, dan kegiatan Anda semasa kuliah. Kenapa hal ini harus dilakukan?
Sebab, beberapa rekruter juga mempertimbangkan latar belakang pendidikan Anda dengan posisi yang Anda lamar. Oleh karena itu, jangan lewatkan bagian riwayat pendidikan, agar peluang Anda mendapat tawaran pekerjaan semakin besar!
7. Lengkapi juga Lisensi dan Sertifikasi
Apakah Anda pernah mengikuti kelas online, bootcamp, atau penghargaan? Kalau iya, Anda bisa menuliskannya di bagian lisensi dan sertifikasi. Dokumen ini bisa menambah nilai diri Anda di mata rekruter.
8. Aktif di LinkedIn
Tahukah Anda cara agar menarik perhatian rekruter tanpa mengirim lamaran kerja? Caranya adalah dengan aktif di LinkedIn. Aktif di sini maksudnya adalah Anda rutin membuat konten bermanfaat yang berhubungan dengan profesi Anda dan memberi komentar positif pada konten orang lain.
Tindakan ini merupakan aksi kecil yang bisa memberi kesan pertama yang baik di mata rekruter dan meningkatkan profil LinkedIn Anda.
Demikian langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk optimasi profil LinkedIn agar peluang mendapat tawaran kerja semakin besar. Satu hal yang harus Anda ingat ketika mengisi kolom-kolom di profil Anda, pastikan informasi tersebut valid dan tidak ada unsur kebohongan.
Sebab, apabila rekruter mengetahui bahwa apa yang Anda tulis adalah bohong, maka Anda akan kehilangan kepercayaan dari rekruter. Jadi, harap diingat untuk tulis dengan jujur agar tidak merusak nama baik Anda.
Setelah Anda memperbaiki profil LinkedIn dan mengirim lamaran, Anda juga harus interview kerja agar lolos seleksi rekrutmen. Yuk, cek tipsnya di sini: Kunci Sukses Interview Kerja dan Cara Menjawab Pertanyaan Sulit

