Pada umumnya, pertanyaan interview kerja menanyakan tentang latar belakang Anda dan riwayat kerja. Tahap ini bertujuan untuk mengenal Anda lebih jauh, sebelum menguji kemampuan Anda.
Namun, meski terlihat sederhana, masih banyak job seeker yang kesulitan dalam menghadapi tahap seleksi rekrutmen ini.
Apa kunci sukses, cara menjawab, dan hal yang tidak boleh dilakukan saat wawancara kerja? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!
Table of Contents
ToggleApa Kunci Sukses Interview Kerja?
Menurut Reed, rata-rata wawancara kerja berlangsung selama 45 menit. Selama durasi tersebut, Anda harus bisa memberi kesan yang baik agar lolos ke tahap selanjutnya.
Bagaimana caranya? Berikut ini adalah kunci agar proses interview kerja berjalan lancar dan sukses dari tim rekruter Xperteam Hunter, Siti Sophia Putri Rania.
1. Percaya Diri
Ketika Anda merasa tidak percaya diri, Anda pasti akan merasa lebih gugup dan kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.
Oleh karena itu, usahakan untuk percaya pada diri Anda, sehingga bisa memberikan kesan yang baik di mata rekruter. Bagaimana caranya?
Anda bisa mencari tahu pertanyaan umum apa saja yang diajukan untuk posisi yang dilamar dan latihan untuk menjawab pertanyaan tersebut bersama teman, keluarga, atau menghadap ke cermin.
Jadi, Anda bisa semakin percaya diri dan mendapat gambaran terkait apa yang akan dijelaskan pada HR nantinya.
2. Lakukan Riset tentang Perusahaan dan Posisi yang Anda Lamar
Hasil riset perusahaan dan posisi yang Anda lamar akan bermanfaat untuk menjawab pertanyaan dan membuat kesan positif pada rekruter.
Informasi apa saja yang harus dicari? Anda bisa mencari informasi tentang background perusahaan yang dilamar, bergerak di bidang apa, visi, misi, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh perusahaan.
Kemudian, untuk posisi yang Anda lamar, Anda bisa mencari secara umum di internet tentang deskripsi pekerjaan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk posisi tersebut.
3. Perkenalkan Diri dengan Baik
Pertanyaan pertama yang rekruter ajukan tentu adalah tentang diri Anda. Pertanyaan ini harus Anda jawab dengan baik, agar bisa memberi gambaran yang jelas tentang diri Anda.
Lantas, bagaimana caranya? Perkenalkan diri secara umum seperti nama, pengalaman sebelumnya, dan juga gunakan tips “kini, dulu dan nanti”.
Contohnya, jelaskan saat ini kesibukan apa yang sedang dijalani, lalu jelaskan apa saja pengalaman yang pernah dilakukan, dan apa aspirasi karier di masa mendatang. Berikut ini adalah format yang bisa Anda gunakan:
“Nama saya Budi lulusan dari Universitas XYZ dengan jurusan Tata Boga. Saya memiliki ketertarikan bekerja di bidang bakery. Sebelumnya, saya mengikuti program magang di toko roti dan kue CDE.
Selain itu, saya juga aktif mengikuti workshop memasak tingkat nasional dan internasional. Oleh karena itu, dengan pengalaman yang saya miliki, saya menguasai beberapa kemampuan membuat roti dan kue yang menunjang bidang pekerjaan yang saya minati.”
4. Gunakan Metode STAR
Jawaban yang terstruktur dan relevan akan membantu rekruter untuk memahami Anda. Metode STAR sangat cocok untuk Anda gunakan, agar jawaban lebih mudah dipahami dan tidak melebar ke mana-mana.
- Situation: Jelaskan situasi Anda dengan jelas, sehingga rekruter memahami konteksnya. Contoh: Saat saya menjadi digital marketing specialist di perusahaan X, saya….
- Task: Beri tahu tugas Anda pada situasi tersebut. Misalnya, “Saat saya menjadi digital marketing specialist di perusahaan X, saya bertanggung jawab untuk membuat strategi iklan di Instagram, Facebook, TikTok, dan Google untuk meningkatkan penjualan produk.”
- Action: Berbeda dengan “task”, pada bagian “action” Anda jelaskan bagaimana Anda mencapai target yang diberikan di perusahaan lama. Contoh jawabannya seperti berikut: “Saya melakukan market research untuk menentukkan target audience yang tepat dan berkolaborasi dengan tim kreatif untuk membuat konten yang sesuai dengan target audience.”
- Result: Jangan hanya beri tahu secara kualitatif, berikan juga data kuantitatifnya! Misalnya, “Dari strategi iklan yang saya buat dan terapkan selama 1 kuartal, penjualan produk meningkat 20% dan hanya menghabiskan biaya iklan sebesar Rp…”
5. Perhatikan Bahasa Tubuh
Tidak hanya perkataan Anda saja yang harus diperhatikan, tapi juga bahasa tubuh Anda pun harus dikondisikan.
Kenapa seperti itu? Menurut Jobsite, bahasa tubuh dapat memberi sinyal pada rekruter tentang diri Anda.
Contohnya, postur tubuh yang tegap, menjaga kontak mata, dan gerakan tangan dapat memperlihatkan kepercayaan diri dan antusiasme Anda.
Oleh sebab itu, perhatikan bahasa tubuh Anda, agar rekruter memiliki kesan yang baik terhadap Anda.
6. Siapkan Pertanyaan pada Rekruter
Pada umumnya, di akhir sesi wawancara rekruter akan bertanya, “Apakah ada pertanyaan?”. Ketika mendapat pertanyaan tersebut, manfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan yang berbobot.
Misalnya, “Apa harapan / ekspekstasi perusahaan jika saya diterima di sana?” atau Anda juga bisa bertanya seputar budaya kerja.
Jadi, Anda bisa mendapat informasi lebih detail tentang calon tempat kerja baru dan rekruter pun bisa melihat ketertarikan Anda pada perusahaan.
Contoh Cara Menjawab Pertanyaan Interview
Ketika sesi wawancara, ada pertanyaan – pertanyaan yang menjadi beban bagi kandidat karena tidak tahu cara menjawab yang tepat.
Untuk membantu Anda menghadapi kesulitan tersebut, kami menyiapkan tips untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan sulit tersebut di bawah ini.
1. Cara Memperkenalkan Diri
Untuk pertanyaan ini, Anda bisa menggunakan metode STAR. Jadi, rekruter bisa memahami dengan baik apa yang Anda kerjakan. Contohnya adalah seperti berikut.
- Situation: Perkenalkan nama saya Agung Budi. Saya sudah bekerja sebagai Digital Marketing Executive selama 5 tahun.
- Task: Tugas saya di perusahaan XYZ adalah optimasi iklan di Facebook, Instagram, Tiktok, dan Google. Selain itu, saya juga menyiapkan perencanaan campaign marketing per kuartal.
- Action: Untuk mencapai target dari perusahaan, saya melakukan riset mendalam tentang target audience dan membuat content brief untuk tim konten agar bisa membuat konten iklan yang optimal.
- Result: Hasilnya, saya berhasil mengoptimalkan channel-channel media sosial perusahaan dan menaikkan ROAS sebesar 10%.
2. Menjawab Pertanyaan tentang Gaji
Salah satu pertanyaan yang dianggap berat bagi beberapa kandidat adalah pertanyaan terkait gaji.
Kenapa dianggap berat? Sebab, beberapa kandidat khawatir jika salah menjawab akan berujung tidak lolos ke tahap selanjutnya.
Jadi, cara yang benar menjawab pertanyaan tentang gaji adalah Anda bisa melakukan riset terlebih dahulu mengenai: UMR sekitar, besar kebutuhan sehari-hari, nilai gaji di posisi yang Anda lamar.
Contohnya seperti berikut: “Melihat kompetensi, skill dan pengalaman yang saya miliki, saya mengajukan kompensasi di kisaran Rp….. hingga Rp….. Semoga Bapak/Ibu berkenan mempertimbangankan ekspektasi gaji yang saya inginkan.”
3. Pertanyaan “Kenapa Anda Mengundurkan Diri dari Perusahaan Sebelumnya?”
Pertanyaan ini cukup tricky, sebab Anda tidak boleh berbohong dan menjelekkan perusahaan sebelumnya. Kenapa tidak boleh berbohong? Karena sebelum menerima kandidat, rekruter akan melakukan reference check.
Jika hasilnya ternyata berbeda dengan apa yang Anda katakan saat interview kerja, maka rekruter akan menganggap diri Anda kurang pas dengan posisi yang Anda lamar.
Oleh karena itu, begini cara yang tepat untuk menjawab alasan Anda resign dari perusahaan sebelumnya. “Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan XYZ karena saya ingin mencari kesempatan perkembangan karier lebih jauh. Saya sudah berhasil membantu perusahaan XYZ untuk mencapai target dan sekarang saya ingin mencoba tantangan baru di tempat lain dan mengasah skill saya.”
Selain mengatakan “kesempatan perkembangan karier”, Anda juga bisa mengatakan kata-kata lain seperti keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi dan mencoba karier yang baru atau career switch.
Apa yang Tidak Boleh dilakukan Saat Interview Kerja?
Untuk mencegah interview kerja Anda menjadi kacau, ada hal-hal yang harus Anda hindari. Berikut ini adalah penjelasannya.
1. Datang Terlambat
Kedisiplinan adalah sikap yang wajib semua kandidat miliki. Jika Anda datang terlambat dan tidak memberi tahu rekruter, Anda akan dianggap kurang baik oleh rekruter.
Oleh sebab itu, usahakan untuk menepati jadwal wawancara tepat waktu. Apabila ada halangan, Anda wajib memberi tahu rekruter agar bisa dijadwalkan kembali sesi wawancaranya.
2. Menunjukkan Bahasa Tubuh yang Jelek
Bahasa tubuh yang kurang baik adalah seperti tatapannya tidak fokus, ekspresi wajah yang kurang ramah, dan postur tubuh yang kurang tegap.
3. Tidak Mencari Tahu tentang Perusahaan dan Posisi yang Dilamar
Jangan sampai Anda datang ke sesi interview tanpa mempelajari atau mencari informasi tentang perusahaan yang Anda lamar!
Sebab, ini bisa merugikan Anda dan memberi kesan yang buruk terhadap rekruter. Oleh karena itu, coba cari tahu informasi perusahaan melalui media sosialnya atau website perusahaan.
4. Menjelekkan Perusahaan Lama Anda
Meskipun Anda kecewa terhadap perusahaan lama, usahakan untuk jangan menjelekkan perusahaan lama Anda saat sesi interview.
Karena sikap tersebut justru akan berdampak negatif pada penilaian kepribadian Anda. Jadi, gunakan bahasa yang pantas dan tetap menjaga sikap pada saat wawancara.
5. Memberi Jawaban yang Tidak Relevan
Durasi wawancara sangat terbatas. Karena itulah, agar waktu wawancara tidak terbuang sia-sia, usahakan Anda memberi jawaban yang jelas dan relevan dengan pertanyaan. Jadi, rekruter pun bisa mendapat gambaran yang baik tentang Anda.
Demikian tips sukses wawancara, hal yang harus Anda hindari saat proses interview, dan contoh cara menjawab pertanyaan wawancara yang sulit. Jangan lupa untuk terus berlatih dan lakukan persiapan yang matang agar peluang Anda lolos semakin besar!
Ingin dapat info lowongan kerja terbaru? Klik link di bawah ini untuk cek lowongan yang sedang dibuka dari klien-klien Xperteam Hunter!

