You are currently viewing Jangan Asal Career Switch! Cek Dulu Tandanya Di Sini

Jangan Asal Career Switch! Cek Dulu Tandanya Di Sini

Career switch adalah situasi di mana kamu memilih karier yang berbeda dengan yang sedang kamu jalani saat ini. Misalnya, kamu sekarang bekerja sebagai website developer, lalu kamu pindah karier menjadi SEO specialist.

Jika melihat pada ilustrasi dan pengertian career switch, prosesnya terlihat mudah. Namun, faktanya menurut The Hill hanya 13% pekerja yang berhasil pindah karier dan 60% pekerja memilih tetap dengan karier lamanya.

Oleh sebab itu, artikel kali ini kami akan membagikan tanda kamu harus career switch dan langkah-langkah yang harus dilakukan. Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Tanda Kamu Harus Career Switch

Sebelum kamu memilih jalur karier yang berbeda, kamu harus mengetahui dulu apakah ini adalah saatnya atau jangan-jangan karier yang kamu jalani sekarang memang sudah cocok denganmu.

1. Kehilangan Motivasi

Menurut Northeastern University, apabila kamu merasa kehilangan semangat dan antusiasme dalam menjalankan pekerjaan dan kamu tidak ingat kapan terakhir kali kamu bersemangat ketika mendapat proyek baru di bidangmu saat ini, maka itu bisa menandakan bahwa kamu perlu memikirkan opsi untuk berpindah karier.

2. Kamu Merasa Kurang Dihargai

Setiap hari kamu melakukan hal yang sama dan kamu merasa kemampuan dan waktu yang kamu berikan terbuang sia-sia dan kurang bermakna. Jika kamu mengalami hal tersebut, kamu bisa bersiap-siap untuk memilih karier yang bisa memaksimalkan kemampuanmu.

3. Gaji yang Didapat Tidak Lagi Membuat Semangat

Beberapa orang ada yang tidak semangat bekerja karena gaji yang diterima kecil. Ketika mendapat kenaikan, ia kembali lagi termotivasi untuk tetap di posisinya sekarang.

Sebaliknya, apabila kamu mendapat gaji yang sesuai dan masih tetap tidak ada semangat untuk bekerja, maka ini tandanya kamu harus mempertimbangkan untuk career switch.

4. Muncul Dampak Negatif Pada Tubuh

Apakah kamu merasa sering sakit kepala, tubuh lemas, sulit tidur, dan tidak bertenaga? Jika iya, itu adalah tanda dari tubuhmu bahwa pekerjaan yang kamu jalani tidak cocok denganmu. 

Dari 4 tanda ini apakah kamu mengalami semuanya atau hanya sebagian? Jika kamu merasakan semuanya, kamu perlu untuk memikirkan rencana pindah jalur karier. 

Namun, apabila kamu masih ragu, kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog atau profesional dalam bidang karier. Jadi, kamu bisa membuat keputusan yang tepat. Bukan hanya meniru orang lain.

Check List Sukses Career Switch

Untuk kamu yang sudah mantap untuk pindah karier, berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu lakukan agar prosesnya berjalan lancar.

1. Evaluasi Diri Terlebih Dahulu

Coba cari tahu apa yang membuat kamu suka dan tidak suka dengan pekerjaan yang dulu. Dengan begitu, kamu bisa menghindari kesalahan yang sama saat memilih karier dan tempat kerja.

Contohnya, kamu senang membangun aplikasi untuk ponsel, tapi kamu tidak suka membuat aplikasi berbasis web. Maka, posisi yang harus kamu pilih adalah mobile app developer, bukan yang web developer.

2. Identifikasi Kekuatan Diri dan Skill Gaps

Jika kamu memilih karier yang memang di luar dari bidang saat ini, misalnya dari marketing ke IT atau sebaliknya, maka kamu harus banyak belajar. Karena kamu belum punya ilmu dasarnya.

Oleh sebab itu, kamu harus mengetahui kekuatan diri dan skill gaps dengan target karier yang baru. Jadi, kamu bisa memperkirakan apakah kamu sanggup untuk belajar dari awal untuk mengejar ketinggalan atau memilih karier yang masih di satu bidang.

3. Lakukan Riset Mendalam tentang Peluang Karier Baru

Seperti kata pepatah, sebelum terjun perang, kamu harus membekali diri dulu. Dalam hal ini, kamu harus melakukan riset tentang peluang karier barumu.

Apakah permintaan posisi tersebut tinggi atau rendah? Bagaimana dengan gajinya? Apa saja skill yang harus dikuasai?

Pertanyaan-pertanyaan ini harus kamu cari jawabannya melalui riset yang kamu lakukan. Jadi, kamu bisa melihat apakah karier barumu nanti memiliki prospek yang bagus kedepannya dan kamu sanggup untuk menjalaninya atau tidak?

4. Perluas Koneksi yang Relevan dengan Target Karier

Kami juga sangat merekomendasikanmu untuk mencari tahu pengalaman orang lain yang bekerja di profesi yang kamu inginkan. Dengan begitu, kamu punya gambaran yang jelas tentang tantangan, positif, dan negatif target kariermu yang baru.

5. Persiapkan Rencana yang Matang dan Eksekusinya

Setelah kamu mendapat informasi yang cukup tentang posisi yang kamu inginkan, saatnya membuat perencanaan yang matang, seperti membuat timeline dan to-do list yang harus kamu kerjakan.

Misalnya, selama 30 hari kamu fokus untuk mempelajari tentang skill utama yang harus dikuasai untuk kariermu yang baru, lalu pada bulan selanjutnya, kamu mencoba untuk ambil proyek kerja lepas, hingga akhirnya kamu berani untuk melamar posisi full time.

Bagaimana? Apakah kamu tetap ingin career switch atau ingin melihat-lihat dulu peluang kariernya? Jika iya, kamu bisa melihat lowongan kerja posisi yang kamu inginkan di Xperteam Hunter.

Di sini, lowongan kerja sudah divalidasi dan 100% asli dari klien kami. Jadi, kamu tidak perlu khawatir dengan lowongan kerja palsu. Yuk, klik tombol di bawah untuk cek lowongan kerja yang tersedia!

Leave a Reply