Negosiasi gaji saat offering letter menjadi hal yang cukup ditakutkan oleh beberapa kandidat. Sebab, mereka takut jika salah ucap, mereka akan kehilangan pekerjaan yang diinginkannya.
Oleh sebab itu, artikel kali ini akan membahas tentang strategi negosiasi gaji dan template yang bisa Anda gunakan untuk tawar menawar dengan calon tempat kerja Anda. Yuk, simak pembahasannya berikut ini!
Table of Contents
ToggleKenapa Negosiasi Gaji Itu Penting?
Gaji yang rendah menjadi top 10 alasan karyawan memutuskan untuk keluar dari perusahaan di Indonesia. Fenomena ini pun terjadi pada Amerika di mana pada tahun 2024, hampir 50% karyawan memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan baru dengan gaji yang lebih kompetitif.
Negosiasi gaji dapat mencegah Anda untuk mengalami hal serupa. Apabila Anda merasa tanggung jawab yang diberikan dan gaji yang ditawarkan tidak sesuai, Anda berhak untuk melakukan negosiasi gaji dengan rekruter atau pihak manajemen perusahaan.
Selain untuk menjamin kesejahteraan, gaji yang sepadan dapat memberikan Anda motivasi untuk memberikan kinerja yang baik dan mendapat jenjang karier lebih tinggi.
Oleh karena itu, kami sarankan Anda untuk melakukan negosiasi gaji saat offering letter, jika Anda merasa ada yang tidak sesuai.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Negosiasi Gaji?
Negosiasi gaji harus dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu saat offering letter. Kenapa tidak saat interview? Sebab, pada saat wawancara, Anda dan pihak perusahaan sedang menilai dan mengenal diri masing-masing.
“Apakah perusahaan dan saya cocok?”, “Bagaimana cara kerja perusahaan ini?”, dan pertanyaan lainnya yang biasa digali saat interview. Jadi, pada momen ini gunakan sebaik-baiknya untuk mengenal lebih dalam tentang peran dan perusahaan yang Anda lamar.
Kemudian, ketika Anda sudah mengetahui peran dan tanggung jawab di perusahaan dan menerima offering letter, Anda bisa mengajukan negosiasi gaji sebelum menandatangai surat penawaran kerja tersebut.
“Bagaimana jika rekruter bertanya tentang ekspekstasi gaji?”, jika Anda mendapat pertanyaan tersebut, Anda bisa memberikan range gaji lebih luas dari yang Anda inginkan. Contohnya, 6-8 juta.
Namun, sebelum mengatakan hal tersebut, Anda bisa bertanya ke rekruter seperti berikut:
“Saya ingin mempelajari lebih dalam tentang ekspektasi perusahaan dan tanggung jawab saya untuk posisi ini, sebelum membahas ekspektasi gaji. Kalau boleh tahu apa saja ekspektasi dan tugas saya dan berapa kisaran gaji yang perusahaan berikan untuk posisi ini?”
Strategi Negosiasi Gaji Saat Offering Letter
Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan saat berdiskusi tentang gaji setelah menerima offering letter.
1. Evaluasi Kelebihan Anda
Sebelum Anda meminta gaji yang lebih tinggi dari penawaran perusahaan, Anda harus evaluasi diri tentang hal apa yang bisa Anda tawarkan ke perusahaan dan itu akan membantu mereka.
Misalnya, pengalaman Anda di posisi tersebut dan prestasi yang telah Anda capai, kemampuan kepemimpinan untuk Anda yang melamar posisi manager atau leader, pengetahuan tentang industri perusahaan tersebut, dan hard skills yang Anda miliki.
Dengan begitu, perusahaan bisa mempertimbangkan dengan baik penawaran Anda dan peluang untuk disetujui pun lebih besar. Sebaliknya, apabila Anda sendiri masih ragu dengan apa yang bisa Anda berikan pada perusahaan, negosiasi gaji akan sulit.
2. Identifikasi Rata-Rata Gaji Posisi Anda
Apabila Anda bingung untuk menentukan batas atas dan bawah kisaran gaji, Anda bisa melakukan riset di Google atau lainnya untuk mengetahui rata-rata gaji posisi Anda. Jadi, jumlah gaji yang ditawarkan masih masuk akal dan sesuai pasar kerja.
3. Pertimbangkan Kualifikasi dan Job Description
Semakin tinggi kualifikasi dan beban tugas yang diberikan, Anda berhak untuk mendapat gaji yang sepadan. Anda bisa bertanya pada koneksi di LinkedIn yang bekerja di bidang yang Anda tuju, atau melakukan riset di Google tentang kualifikasi dan job description yang biasa dikerjakan untuk posisi Anda.
Dari hasil riset tersebut, Anda bisa mempunyai benchmark dan tidak gampang tertipu oleh lowongan kerja palsu yang menawarkan gaji fantastis, tapi beban kerja tidak sesuai dengan gaji yang diterima.
4. Lakukan Riset tentang Lokasi Kerja dan Biaya Hidup
Anda sudah mengevaluasi kelebihan Anda, rata-rata rentang gaji posisi Anda di pasar kerja, dan kualifikasinya. Sekarang, hal yang tidak kalah penting adalah mencari tahu tentang lokasi kerja dan biaya hidup, terutama jika Anda akan bekerja di luar kota atau luar negeri.
Biaya yang akan dikeluarkan selama Anda menetap di daerah baru, patut Anda pertimbangkan dalam negosiasi gaji. Jangan sampai gaji dan insentif yang Anda terima, tidak cukup untuk menutup biaya hidup Anda.
5. Persiapan dan Latihan
Meskipun Anda berkomunikasi melalui email atau WhatsApp, Anda tetap harus melakukan persiapan untuk negosiasi gaji. Misalnya, Anda tulis poin-poin yang ingin disampaikan dan buat draft tulisannnya sebelum Anda kirim ke rekruter.
Jika Anda ditawarkan untuk bernegosiasi langsung melalui Zoom, telpon, atau bertemu di kantor, Anda bisa melakukan latihan terlebih dahulu. Jadi, Anda bisa menyampaikan permintaan dengan lancar dan percaya diri.
Template Negosiasi Gaji
Berikut adalah contoh pesan yang bisa Anda gunakan untuk negosiasi gaji saat offering letter.
Dear Miss Anne,
Thank you for sending me the job offer package for the Sales Lead position. I am writing to express my gratitude and appreciation to the BCD company for acknowledging my expertise and considering me for the position.
Before I can accept your offer, I want to address the proposed compensation. As I shared with your recruiting manager, I have 7 years of experience in sales and have led the CDE sales team for over 5 years, resulting in a 30% increase in monthly revenue and a 40% increase in customer satisfaction.
Given my experience and expertise, I want to propose a salary in the range of Rp 10.000.000 to Rp 15.000.000, which is higher than your offer of Rp 8.000.000.
I know I can be a valuable team member in your company and deliver great results that will boost the company’s revenue. Please let me know what you think, or we can discuss it further in a virtual meeting.
I look forward to hearing from you soon.
Best regards,
Alexander Jo.
Untuk bahasa Indonesia pun isi paragrafnya sama seperti contoh di atas. Pada paragraf pertama, ucapkan terima kasih karena sudah mendapat surat penawaran kerja.
Kemudian, pada paragraf kedua baru Anda jelaskan tentang pengalaman, prestasi, dan kisaran gaji yang Anda inginkan. Setelah itu, Anda tutup dengan komitmen Anda untuk perusahaan dan menawarkan untuk diskusi lebih lanjut terkait gaji yang Anda tawarkan.
Kesimpulan
Demikian pembahasan tentang negosiasi gaji saat menerima offering letter. Hal utama yang harus Anda lakukan adalah riset! Jadi, penawaran yang Anda ajukan memiliki dasar yang kuat dan valid.
Apabila Anda sudah melakukan strategi di atas, tapi perusahaan tidak bisa mengabulkannya, Anda harus berlapang dada dengan hasilnya. Anda bisa memilih untuk menerima tawaran gaji yang ada atau mencari perusahaan yang bisa memberikan gaji yang sesuai dengan value Anda.
Jika Anda sedang mencari pekerjaan atau ingin pindah ke tempat yang baru, yuk cek lowongan kerja di Xperteam Hunter! Semua lowongan kerja di sini valid dan Anda tidak akan dikenai biaya saat melamar.
Apabila Anda tidak menemukan lowongan kerja yang cocok, Anda pun bisa menitipkan CV pada kami. Nanti ketika ada lowongan yang sesuai kualifikasi Anda, tim rekruter Xperteam Hunter akan menghubungi Anda.

