Manpower planning adalah perencanaan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan Anda memiliki sumber daya yang cukup untuk mendukung operasional bisnis.
Apabila tidak ada perencanaan atau strategi yang dilakukan salah, maka ada 2 kemungkinan yang akan terjadi pada bisnis Anda: Kelebihan atau kekurangan karyawan. Keduanya bisa berdampak buruk pada bisnis untuk jangka panjang.
Oleh karena itu, artikel Xperteam Hunter kali ini akan menjabarkan langkah dan manfaat melakukan manpower planning sebelum Anda melakukan rekrutmen, sehingga Anda bisa membuat strategi manajemen SDM yang tepat. Yuk, simak pembahasannya berikut ini!
Table of Contents
ToggleLangkah Membuat Manpower Planning
Untuk membuat perencanaan tenaga kerja, Anda harus mengikuti langkah berikut agar hasilnya optimal.
1. Identifikasi Kondisi Perusahaan dan Business Plan
Perencanaan SDM yang Anda buat mengikuti kondisi perusahaan saat ini dan masa depan. Jadi, strategi ini bisa berubah tergantung situasi.
Contohnya, jika perusahaan sedang mengalami krisis, maka langkah yang diambil adalah menghentikan proses rekrutmen dan menggunakan secara maksimal sumber daya yang ada.
Sebaliknya, apabila perusahaan sedang dalam fase pertumbuhan dan ingin ekspansi lebih jauh di masa depan, maka menurut Talenta business owner dan HR perlu untuk memperhatikan hal berikut:
- Kenali posisi bisnis Anda saat ini: startup, growth, mature, decline. Ini untuk membantu menentukan jumlah karyawan yang ingin direkrut.
- Jumlah tenaga kerja saat ini, beban kerja yang ditanggung oleh setiap karyawan, dan unit bisnis.
- Prioritas tujuan bisnis untuk jangka panjang dan pendek.
- Posisi apa saja yang dibutuhkan, skill, dan tugasnya untuk setiap unit bisnis.
- Kemungkinan risiko yang terjadi pada bisnis saat ini dan masa depan.
2. Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja
Salah satu kesalahan fatal yang dilakukan oleh startup ketika sedang booming adalah mereka tidak teliti dalam melakukan analisis kebutuhan tenaga kerja.
Perusahaan merekrut banyak talenta saat mendapat pendanaan besar-besaran, ketika investor tidak lagi memberi dana, akhirnya startup melakuka PHK masal.
Oleh sebab itu, Anda harus melihat pada kebutuhan perusahaan Anda, apakah saat ini membutuhkan tenaga kerja baru atau tidak? Untuk melakukan analisisnya, ada dua cara, yaitu analisis internal dan eksternal.
Analisis internal meliputi tahapan berikut ini:
- Berdiskusi dengan pihak manajer dan karyawan terkait pekerjaannya saat ini.
- Analisis beban kerja para karyawan dan skill yang dibutuhkan setiap divisi agar semakin optimal.
- Periksa kembali performa karyawan dan tingkat turnover perusahaan. Dengan begitu, Anda bisa tahu divisi mana yang harus menjadi prioritas untuk manpower planning.
- Cek kondisi keuangan bisnis. Proses rekrutmen tentu memakan biaya dan waktu. Jadi, sebelum rekrut karyawan baru, lihat dulu kondisi keuangan yang ada.
Sedangkan, analisis eksternal adalah melihat tren pasar kerja saat ini. Misalnya, sekarang sedang tren AI. Apakah dengan rekrut talenta yang punya skill di AI bisa membantu perusahaan Anda atau tidak?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda bisa meminta pendapat konsultan HR atau bisnis agar bisa melihat peluang dan risiko yang akan terjadi pada bisnis Anda ke depannya.
3. Buat Program Tenaga Kerja
Berdasarkan hasil analisis internal dan eksternal, Anda bisa memutuskan apakah program karyawan yang dibuat hanya perlu pelatihan karyawan yang ada atau merekrut karyawan baru.
Apabila tenaga kerja yang ada hanya perlu peningkatan skill, Anda bisa mencari tahu skill apa yang harus karyawan pelajari dan bagaimana skema pelatihannya agar efektif.
Sedangkan, jika karyawan secara skill sudah sesuai dengan posisinya, tapi beban kerjanya sudah melebihi kapasitas karyawan, maka Anda perlu untuk mempersiapkan proses rekrutmen karyawan baru.
Itu dia tiga tahap sederhana manpower planning. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, Anda tidak akan secara sembarangan menambah atau mengeluarkan karyawan.
Faktor yang Mempengaruhi Manpower Planning
Seperti yang disampaikan pada poin sebelumnya, manpower planning mengikuti kondisi perusahaan. Menurut Truein ada tiga faktor yang bisa mempengaruhi perubahan perencanaan SDM Anda.
- Kondisi Tenaga Kerja Perusahaan: Performa dan skill karyawan perlu Anda perhatikan secara rutin. Sebab, kedua hal ini bisa berubah seiring waktu berjalan. Bisa jadi performa karyawan saat ini menurun, lalu setelah diberi pelatihan jadi meningkat, atau sebaliknya.
- Partisipasi dari Stakeholder atau Leader: Sebagus apa pun perencanaan yang Anda buat, tidak akan menjadi maksimal tanpa adanya partisipasi leader seperti manajer dan stakeholder. Oleh sebab itu, pastikan Anda libatkan mereka dalam perancangan manpower planning.
- Lingkungan Kerja: Apabila kondisi lingkungan kerja Anda tidak baik seperti banyak karyawan yang resign atau tidak puas dengan perusahaan, maka perencanaan SDM yang Anda buat akan kurang optimal. Karena itulah, perbaiki lingkungan kerja Anda untuk mendukung strategi manajemen SDM Anda.
Demikian pembahasan tentang manpower planning. Perencanaan ini adalah hal mendasar dalam manajemen SDM. Tanpa perencanaan yang tepat, bisnis bisa mengalami stagnasi atau pengeluaran yang berlebihan.
Apabila Anda sudah membuat manpower planning dan merasa perusahaan butuh tambahan tenaga kerja, Anda bisa menyerahkan tugas rekrut karyawan pada kami. Xperteam Hunter telah berpengalaman dalam merekrut talenta terbaik untuk bekerja di berbagai industri.
Baca juga: 5 Strategi Jitu Xperteam Hunter Melakukan Rekrutmen Karyawan
Proses yang kami lakukan pun efektif dan efisien, sehingga hasil rekrutmen kami bisa membantu meningkatkan bisnis Anda ke level yang lebih tinggi. Jika Anda ingin berkonsultasi terlebih dahulu, Anda bisa klik tombol di bawah ini!

