Red flag adalah istilah yang masyarakat gunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki tanda-tanda berbahaya. Dalam konteks rekrut karyawan, ciri kandidat red flag adalah tidak datang tepat waktu saat ujian seleksi, ketidaksesuaian data saat wawancara dan kenyataan, dan masih banyak lagi.
Sebagai business owner atau HR, Anda wajib mengenali tanda-tanda karyawan red flag agar tidak salah merekrut orang dan berakibat bisnis merugi.
Di artikel Xperteam Hunter kali ini, kami akan membahas tentang ciri kandidat red flag yang harus Anda perhatikan saat menjalani proses rekrutmen.
Table of Contents
Toggle1. Data CV dan Kenyataan Tidak Sesuai
Saat ini, mendapat pekerjaan bagi sebagian orang itu sulit, sehingga ada oknum yang memanipulasi CV-nya agar bisa lolos ke tahap wawancara. Bagaimana bisa mengetahui kalau data di CV itu bohong?
Biasanya ketika Anda menanyakan pertanyaan spesifik terkait pekerjaannya, kandidat akan kesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Selain itu, pada saat reference check, Anda bisa menanyakan pada atasan atau HR di perusahaan sebelumnya, bagaimana kandidat itu bekerja?
Dari hasil investigasi tersebut, Anda dapat menilai apakah kandidat itu memang jujur atau ada informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.
2. Tidak Mengikuti Peraturan Proses Rekrutmen
Apabila Anda sebagai rekruter sudah memberi tahu peraturan proses rekrutmen perusahaan pada kandidat, tapi mereka tidak mematuhinya, maka Anda bisa mempertimbangkan kembali apakah kandidat tersebut cocok untuk perusahaan Anda atau tidak?
Sebab, kandidat yang tidak mengikuti peraturan proses rekrutmen menandakan bahwa ia kesulitan untuk mengikuti perintah dan tidak disiplin. Karakter tersebut akan menyulitkan perusahaan Anda untuk berkembang.
3. Ciri Kandidat Red Flag Kontroversial: Masa Kerja yang Singkat-Singkat
Ciri kandidat red flag yang sering menjadi perdebatan adalah tentang masa kerja kandidat yang singkat. Kenapa ini sering didebatkan?
Sebab, faktor yang menyebabkan seseorang itu keluar masuk perusahaan ada dua, bisa dari perusahaan atau kandidat itu sendiri.
Oleh sebab itu, jika Anda menemukan hal tersebut di riwayat kerja kandidat, Anda wajib menanyakan alasan mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Apabila alasan mereka tidak jelas, masa kerja yang singkat tersebut bisa menandakan kurangnya loyalitas pada perusahaan.
Namun, jika kandidat bisa menjelaskan alasannya dengan jelas, maka Anda tidak perlu khawatir soal hal tersebut.
Terkadang, karyawan yang masa kerjanya singkat bisa karena perusahaannya tutup atau lingkungan kerjanya toxic.
4. Menceritakan Hal Buruk tentang Perusahaan Sebelumnya
Ketika wawancara Anda bisa melihat karakter kandidat saat mereka menceritakan tentang perusahaan sebelumnya.
Jika kandidat tersebut menjelek-jelekan perusahaan sebelumnya, maka bisa jadi karakternya kurang baik.
Sebaliknya, apabila kandidat menceritakan perusahaan sebelumnya dengan seimbang (baik dan buruk) dan memberikan penjelasan dengan baik, maka tandanya kandidat tersebut tahu cara bersikap dan bisa menjaga nama baik dirinya dan perusahaan dengan tepat.
5. Tidak Mencari Tahu tentang Perusahaan yang Dilamar
Sudah sewajarnya ketika melamar ke suatu perusahaan, kandidat seharusnya mencari tahu tentang informasi umum seperti produk atau layanan perusahaan yang dilamar.
Namun, jika ternyata kandidat tersebut tidak mengetahui apa-apa tentang perusahaan Anda, maka ini bisa menandakan kandidat kurang serius untuk melamar ke perusahaan Anda.
6. Gaya Komunikasi yang Berbeda dengan Perusahaan
Ciri karyawan red flag yang terkadang dilewatkan untuk diperiksa adalah gaya komunikasi. Untuk melihat gaya komunikasi kandidat, bisa melalui sesi wawancara atau menggunakan tes psikotes.
Kenapa harus melihat hal ini? Karena proses kerja yang efektif dan efisien dapat terbangun dengan komunikasi yang efektif.
Jika saat sesi wawancara kandidat terlihat kurang terbuka, defensif, dan sulit mengungkapkan pendapat atau isi pikirannya, ada peluang kandidat tersebut akan sulit bekerja sama dengan rekan kerjanya dan menghambat pekerjaan tim.
7. Ciri Kandidat Red Flag: Sering Bersikap Tidak Sopan
Tahukah Anda? Bahwa Netflix tidak ragu untuk memecat karyawan yang toxic agar kerusakan yang diakibatkan tidak semakin besar. Meskipun, karyawan tersebut memiliki ide brilian untuk perusahaan. Kenapa demikian?
Sebab, karyawan toxic dapat membuat produktivitas tim menurun, reputasi perusahaan tercoreng, dan turn over rate tinggi. Jadi, kerugian tersebut jauh lebih besar daripada hasil yang diberikan oleh karyawan toxic.
Ciri-ciri karyawan toxic dapat Anda ketahui saat proses rekrutmen. Contohnya, ia sering bersikap tidak sopan dan tidak menghargai HR atau calon atasannya saat sesi wawancara.
Oleh sebab itu, Anda harus bijak dalam melihat karakter kandidat dan kecocokan dengan budaya perusahaan, sehingga ketika kandidat itu diterima, perusahaan tidak mengalami kendala dan karyawan baru bisa memberi dampak positif untuk bisnis.
Untuk bisa dengan mudah mendeteksi ciri karyawan red flag, Anda perlu pengalaman yang tinggi dan ilmu psikologi agar tidak salah dalam menganalisis kandidat. Apakah di perusahaan Anda ada orang yang seperti itu?
Jika belum ada, jangan khawatir! Anda bisa meminta bantuan pada tim rekruter profesional agar tidak salah rekrut karyawan dan terhindar dari karyawan red flag. Xperteam Hunter telah berpengalaman dalam merekrut karyawan untuk berbagai industri dan level.
Tim rekruter kami memiliki ilmu psikologi, sehingga bisa mengidentifikasi kandidat yang tidak cocok dengan perusahaan dengan mudah. Selain itu, dalam proses penyaringan kandidat pun kami menggunakan alat bantu seperti tes IQ dan kepribadian agar hasil rekrutmen sesuai keinginan.
Apabila Anda membutuhkan bantuan kami, Anda bisa klik tombol di bawah dan konsultasikan kebutuhan rekrut karyawan Anda dengan tim rekruter profesional kami.

