You are currently viewing Rumus Turnover Rate dan Cara Mencegah Turnover Tinggi

Rumus Turnover Rate dan Cara Mencegah Turnover Tinggi

Turnover rate adalah presentase jumlah karyawan yang keluar dari suatu perusahaan. Apabila presentasenya tinggi, maka ada yang salah dengan manajemen SDM Anda.

Bagaimana cara mengukur turnover rate dan apa saja penyebab dan solusi untuk mencegah banyak karyawan yang keluar? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!

Penyebab Turnover Rate Tinggi

Sebelum kita mengetahui cara menghitung tingkat keluarnya karyawan, Anda harus mengetahui dulu penyebab kenapa karyawan memutuskan untuk keluar dari perusahaan Anda.

1. Job Description Tidak Sesuai dengan Saat Proses Rekrutmen

Pada umumnya, saat menyebarkan lowongan kerja, Anda tentu mencantumkan gambaran besar tugas-tugas yang akan dikerjakan oleh calon karyawan.

Namun, sayangnya beberapa perusahaan ketika selesai proses rekrutmen dan kandidat mulai bekerja, memberikan tugas yang tidak sesuai dengan job description yang telah disepakati.

Praktik ini sangat tidak dibenarkan dan akibatnya karyawan yang baru saja beberapa bulan bekerja memutuskan untuk keluar. Anda pun harus mengulang kembali proses rekrutmen dari awal.

2. Ketidakcocokan dengan Budaya dan Nilai Perusahaan

Untuk menghasilkan kinerja yang bagus, karyawan tidak hanya harus memiliki kemampuan yang mumpuni, tapi juga ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan perusahaan, budaya, dan nilainya.

Contohnya, karyawan yang Anda rekrut memiliki gaya komunikasi tertutup dan sulit bekerjasama dalam tim. Padahal, budaya perusahaan yang Anda bangun adalah kolaborasi dan terbuka.

Ketidakcocokan tersebut akan menghambat kerja tim dan proses bisnis secara keseluruhan. Oleh karena itu, karyawan yang merasa tidak cocok secara budaya dan lingkungan perusahaan, pasti akan memilih untuk resign.

3. Karyawan Sulit Memenuhi Ekspektasi Perusahaan

Semua karyawan diberikan target dalam bentuk KPI. Perusahaan memberi waktu satu bulan untuk karyawan mencapai target tersebut.

Jika KPI yang dibuat oleh perusahaan sudah tepat, tapi karyawan sulit untuk memenuhi ekspektasi perusahaan, maka bisa jadi karyawan perlu mendapat pelatihan, agar bisa mencapai target yang sudah ditentukan.

Sebaliknya, apabila KPI yang dibuat oleh perusahaan keliru, sehingga karyawan sulit untuk mencapainya, maka masalah ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan bekerja dan karyawan bisa memutuskan untuk keluar.

4. Rendahnya Motivasi Kerja

Banyak orang berpikir bahwa gaji adalah faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan. Namun, jika itu benar, mengapa masih ada karyawan yang keluar dari perusahaan besar?

Ternyata, menurut survei dari Chartered Management Institute pada tahun 2023, 50% karyawan memutuskan untuk resign karena atasan yang buruk.

Selain itu, lingkungan kerja dan kurangnya apresiasi dari perusahaan bisa menjadi pemicu rendahnya motivasi kerja karyawan.

Karena itulah, apabila Anda ingin karyawan semangat bekerja, jangan hanya meningkatkan gaji, tapi juga perhatikan lingkungan dan budaya kerja perusahaan Anda.

5. Rekrutmen yang Tidak Efektif

Kesalahan umum rekrutmen yang sering tim rekruter Xperteam Hunter temukan pada perusahaan menengah dan kecil adalah mereka merekrut kandidat bukan berdasar kemampuan, tapi karena pengaruh perasaan atau kekeluargaan.

Akibatnya, ketika kandidat itu bekerja, ia tidak bisa memenuhi ekspektasi perusahaan, tidak cocok dengan budaya dan nilai perusahaan, dan tidak punya semangat yang tinggi untuk bekerja.

Dengan kendala seperti itu, peluang karyawan tersebut pindah ke tempat lain semakin besar. Jadi, proses rekrutmen yang tidak efektif sangat berperan penting dalam menentukan tinggi atau rendahnya turnover rate.

Cara Menghitung Turnover Karyawan

Anda bisa menghitung turnover rate per bulan atau tahunan. Biasanya untuk turnover rate per bulan lebih cocok digunakan oleh perusahaan yang merekrut karyawan part time atau freelance.

Sedangkan, untuk perhitungan turnover tahunan bisa digunakan oleh perusahaan yang ada karyawan kontrak, tetap, dan freelance. Di bawah ini adalah rumus yang bisa Anda gunakan.

Turnover Rate Bulanan

Rumus turnover rate bulanan

Turnover Rate Tahunan

Rumus turnover rate tahunan

Tips Mengurangi Turnover Rate

Sebenarnya, Anda bisa mencegah tingginya turnover karyawan mulai dari proses rekrutmen yang efektif. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.

  • Seleksi CV dengan cermat: Pastikan pengalaman dan skill kandidat sesuai. Jadi, mereka bisa mencapai target tanpa masalah.
  • Gunakan Tes Kepribadian: Cek apakah kandidat cocok dengan budaya dan visi perusahaan. Hal ini agar mereka bisa beradaptasi dengan tim yang sudah ada dan menjaga alur kerja yang sudah terbentuk.
  • Wawancara Berbasis Kompetensi: Fokus pada kemampuan dan motivasi kandidat.
  • Gunakan Jasa Rekrutmen Profesional: Xperteam Hunter dapat membantu Anda untuk mengidentifikasi apakah kandidat yang melamar sesuai dengan yang Anda butuhkan dan bisa bertahan di perusahaan Anda atau tidak.

Baca juga: Rekomendasi Tes Seleksi Karyawan yang Paling Efektif

Jadi, kesimpulannya adalah karyawan memutuskan untuk resign bukan semata-mata karena mental lemah atau gaji yang kurang, tapi ada faktor dari proses rekrutmen yang tidak efektif dan manajemen SDM secara keseluruhan.

Apabila Anda butuh bantuan untuk urus rekrutmen karyawan, tim rekruter Xperteam Hunter siap membantu Anda.

Kami sudah berpengalaman membantu lebih dari 200 perusahaan untuk rekrut karyawan berkualitas dan memberi dampak positif pada perusahaan. Klik link di bawah untuk konsultasi kebutuhan rekrut karyawan Anda!

Leave a Reply